IKA UPI Luncurkan Beasiswa Alumni

Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita saat mengenalkan Beasiswa IKA UPI. (DOK. HUMAS UPI)

Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita saat mengenalkan Beasiswa IKA UPI. (DOK. HUMAS UPI)

Bandung, 15 Oktober 2015. Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) bakal meluncurkan Beasiswa Alumni AUPI bertepatan dengan Temu Besar Alumni UPI (Home Coming Day) yang dihelat di Gedung Achmad Sanusi, Kampus Bumi Siliwangi UPI, Jalan Setiabudhi 229 Bandung, Sabtu 17 Oktober 2015. Inisiatif baru ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi kesinambungan pendidikan sekaligus mendorong tersedianya akses pendidikan untuk semua (education for all).

Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita menjelaskan, Beasiswa Alumni UPI ini lahir sebagai bentuk kepedulian alumni UPI terhadap masih banyaknya mahasiswa UPI yang kesulitan membayar biaya pendidikan. Enggar mencatat, setiap tahunnya terdapat ratusan mahasiswa UPI mengajukan penangguhan pembahayan biaya kuliah. Tentu saja jumlah ini di luar penerima beasiswa Bidikmisi. Pada tahun 2015 misalnya, UPI merilis 244 mahasiswa mengajukan penangguhan pembayaran.

Dalam kasus yang lain, sejumlah mahasiswa terancam cuti paksa hingga pengunduran diri akibat tidak mampu membayar biaya kuliah. Kasus-kasus tersebut dengan sendirinya menjadi sebuah ancaman bagi hilangnya kesempatan anak-anak bangsa untuk mengakses pendidikan tinggi. Sampai batas itu, kemiskinan menjadi sebuah hambatan besar untuk mengakses pendidikan.

“Sejalan dengan tujuan itu, IKA UPI meluncurkan inisiatif baru melalui pembentukan Lembaga Beasiswa IKA UPI guna mendorong terwujudnya keadilan pendidikan, terutama akses terhadap pendidikan tinggi. Lembaga ini merupakan badan otonom di bawah IKA UPI yang menjalankan fungsi intermediasi dana pendidikan yang berasal dari penggalangan dana (fundraising) untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Pada tahap awal, prioritas penyaluran diberikan kepada mahasiswa UPI dari kalangan tidak mampu. Dalam perkembangannya, tidak menutup kemungkinan untuk disalurkan kepada mahasiswa lain atau satuan pendidikan lain yang membutuhkan. Kami juga berencana memberikan beasiswa kepada anak-anak alumni kita yang belum beruntung secara ekonomi. Tentu, itu masih rencana jangka panjang kami,” papar Enggar.

Lebih jauh Enggar menjelaskan, sejarah mencatat bahwa pendidikan telah terbukti secara sistematik dapat berperan dalam menyelesaikan kesenjaan ekonomi dan aspek lain yang lebih luas. Di satu sisi, pendidikan dapat mengubah manusia menjadi produktif dan berdaya saing tinggi, sehingga mereka dapat keluar dari kemiskinan dengan kekuatanya sendiri. Di sisi lain, pendidikan dapat mengubah cara pandang manusia menjadi lebih luas, lebih toleran, mudah beradaptasi sehingga permasalahan-permasalahan sosial yang dihadapi bangsa selama ini dapat diselesaikan dengan baik.

“Fakta-fakta di atas tidak lepas dari pengamatan IKA UPI sebagai sebuah entitas mandiri yang memberikan perhatian besar pada pendidikan nasional. Sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar, IKA UPI bertujuan untuk menjalin tali persaudaraan dan kerjasama sesama alumni, saling membantu meningkatkan martabat dan keberhasilan tugas profesi, kejayaan almamater, dan kesuksesan UPI demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional,” tambah Enggar.

Di bagian lain, Direktur Eksekutif Lembaga Beasiswa IKA UPI Najip Hendra SP menjelaskan, Beasiswa IKA UPI diberikan kepada tiga kategori utama. Pertama, adalah mereka yang memang tidak mampu secara ekonomi. Kedua, mereka yang memiliki prestasi baik atau bahkan menonjol. Ketiga, para aktivis mahasiswa. Tentu, perpaduan ketiganya merupakan penerima ideal.

“Beasiswa tersebut diberikan dalam tiga skenario.     Kategori umum diberikan kepada mereka yang mengajukan dan dinyatakan berhak mendapatkan beasiswa. Beasiswa ini berasal dari penggalangan dana, baik personal maupun kelembagaan. Kategori khusus diberikan kepada mahasiswa tertentu berdasarkan permintaan pemberi beasiswa. Di sini, pemberi beasiswa bisa memilih calon penerima beasiswa. Baik berdasarkan pertimbangan asal daerah, disiplin ilmu tertentu, dan lain-lain. Berikutnya adalah kategori Intermediasi. Di sini IKA UPI menyalurkan beasiswa dari pihak ketiga dengan tetap mencantumkan lembaga pemberi beasiswa. IKA hanya bertindak sebagai lembaga yang menyeleksi calon penerima dan pembinaan berkelanjutan,” papar Najip.

Najip menambahkan, pada tahap awal, beasiswa biberikan kepada mereka yang memiliki kesulitan membayar biaya pendidikan. Untuk itu, Beasiswa IKA UPI hanya diberikan kepada mereka sejumlah biaya yang ditagihkan. Pembayaran tagihan dilakukan langsung oleh pihak pengelola dana beasiswa. Dalam perkembangannya, beasiswa diberikan kepada mereka yang memiliki kesulitan hidup dan biaya pendidikan. Beasiswa ini disalurkan secara rutin setiap bulan dengan jumlah yang ditentukan kemudian.

“Kami mencoba memulai dari awal sebagai ‘petugas pemadam kebakaran’. Target kami bisa membantu mereka yang gagal bayar atau penangguhan pembayaran. Ke depan, kami mendesain program beasiswa berkelanjutan yang dikelola secara profesional dan akuntabel. Selain menghimpun dana kepedulian alumni melalui rekening khusus, ke depan kami menargetkan bisa menghimpun dana publik maupun korporat,” ungkap praktisi media ini.(*)